Goresan Hati



Sabtu, 02 April 2016

'Sedikit' Perihal Rindu




Rindu mampu mengukir angan
Rindu mampu menggores kenangan

Semua tentang rindu, setiap kejadian yang terukir, kenangan akan membekas setelahnya, dan rindu pun akan hadir setelahnya juga.
Sederhana, menepis rindu, menghapus kenangan tak ada rumusnya. Terkecuali jika dirimu amnesia.
Jangan berani membuat harimu indah dikala takut dilanda rasa rindu yang mencekam, namun bukankah di dunia ini saling berpasang, pasangan ? Yah … di dunia ini berpasangan. Setelah hari yang indah dilalui maka kenangan dan rindu akan bersanding mengisi ruang memori.
Sedikit tentang rindu, walau diriku bukanlah penikmat rasa, walaupun diriku bukan pecandu kebersamaan, namun aku pun memiliki bilik kenangan yang senantiasa mengulik ulik pikiran untuk dituangkan ke dalam secangkir rindu.
Jadi, ketika rindu melanda apa yang ingin dilakukan ?
Mengulangnya ?
Tak mungkin kan, mengulang suatu kejadian, masa, di tempat yang sama. Kamu rindu dengan suasana eSDe mengenakan seragam putih merah, duduk di bangku yang panjang sembari mulut terkatup rapat karena belum pandai bergaul, berbasa basi, akankah peristiwa itu ingin diulang kembali ketika rindu datang menyapa ?  Tentu tidak, hanya sekadar mengingat dengan sedikit siraman senyum  sembari bersenda gurau bersama ingatan. Itulah rindu, menggerogoti relung hati, menjadikannya tergores, sakit.

@Syah …
#goresanHatiygMembisu
Tanah Daeng, 02 April 2016

Kamis, 14 Januari 2016

TUTORIAL MELAMPIRKAN/MENGIRIM FOLDER MELALUI EMAIL


Teman-teman pasti kadang kebingungan kalau lagi mau ngirim/melampirkan folder di attachment email. Kadang ketika sudah buka foldernya malah yang terlampir itu adalah file. Nah ... tapi mudah kok caranya untuk mengirim/melampirkan folder di attachment email. Yuk .. simak langkahnya yah ^_^ ..
1. Pertama, silahkan menuju ke folder yang ingin dilampirkan/dikirim. Selanjutnya klik kanan folder  yang telah di inginkan lalu klik "Add to (nama folder) rar" .   


2. Selanjutnya, akan muncul (seperti pada gambar) jangan klik apa pun, diamkan hingga prosesnya selesai (durasinya tergantung dari kapasitas folder Anda)



 3.Jreng ... inilah hasil akhirnya. Ini namnya "WinRar" iconnya buku-buku yang tersusun -seperti pada gambar di bawah-



4.Selanjutnya masuk ketahap pengiriman -tidak perlu di packing yah hehe..-. Sudah pasti taukan cara melampirkannya bagaimana dan dimana. Kalau begitu langsung klik saja. 



5. Silahkan klik folder yang sudah di ubah dalam bentuk WinRar. 


6.Dan , silahkan kirim. Selesai deh, tak perlu lagi mengklik folder demi folder, atau mengirim satu per satu filenya. 




Selasa, 15 Desember 2015

Bibasmalah



BISMILLAH


Kusenandungkan Engkau
Hati ini merasakan getaran
Getaran yang menenangkan
Mengguncang, namun tak merobohkan
Kuhayati Engkau
Hati ini merasakan rintikan
Membasahi relung jiwa yang kerontang
Kumaknai Engkau
Hati ini berjumpa dengan kedamaian
Menghalau jiwa jiwa yang serakah
Kusyiarkan Engkau
Semua turut bersenandung
Alam, beserta isinya tak luput dariMu
Kulantunkan Engkau
dengan lantunan indahku
Ternyata, bukan hanya hati yang basah oleh kejernihanmu
Pikiran pun Kau sirami dengan tetesan tetesan iman
Bismillah,
Bersama asmaMu
Bernaung di bumi suciMu

Jumat, 04 Desember 2015

Memori Masa Mondok

BELAJAR MEMBACA
Kakiku luka
Lukakah kakiku
.....
Teringat penggalan puisi ini -cipt Muh.Syukur Salman- . Judulnya tidak mengandung bahasa-bahasa dewa, isinya terlebih.
Puisi ini saya dapatkan dan saya dengar pada peLatihan Dasar Jurnalistik -LDJ- waktu masih mondok di pesantren. Kembali memori masa lalu terulang, sewaktu pemateri meminta peserta untuk membacanya, banyak mengacungkan tangan, berlomba, beharap agar ditunjuk oleh moderator untuk naik membacakan puisi tersebut -termasuk diriku- . Tapi, peserta lain yang berhasil ditunjuk. Ketika yang ditunjuk telah naik membacakan puisi, membacakannya dengan penuh penghayatan, dengan intonasi pembacaan puisi pada umumnya.
Setelah peserta tersebut membacakan puisi itu, pemateri -Pak Syukur Salman- kembali membacakan puisinya sendiri.
“Ini judulanya BELAJAR MEMBACA, bagaimana orang kalau sedang belajar membaca ? mengeja kan intonasinya “? -kurang lebih begitulah kalimatnya sebelum beliau membacakan puisinya-
Dengan intonasi yang terbata bata beliau membacakan puisinya
"BE-LA-JAAAR MEEEM-BACA
KA-KI-KU LU-KA
LU-KA-KAH KA-KI-KU
...
..."
Riuh suara cekikian peserta mendengar intonasi pembacaan puisi yang demikian -termasuk diriku- ternyata puisi "belajar membaca" itu dibacakan layaknya anak atau orang yang sedang belajar membaca, yakni dengan mengejanya. 


@memori masa mondok
#LilBanatpunyacerita

Kamis, 03 Desember 2015

PANA(S) -PANAH SINDIRAN-


Mengapa hatiku mudah tertusuk oleh anak panah sindiran. Walau mungkin bukan diriku yang sebagai sasaran tusukan, tapi hati dan pikiran ini selalu menerka, meraba, mengait-ngaitkan topik dari panah sindiran tersebut dengan diriku. Akankah aku yang dituju ? Apakah diriku yang dimaksud ? Apakah diriku yang disay hello dengan mereka melalui panah sindiran ? Semua pertanyaan ini tak akan ada jawabannya selagi aku tak menanyakan langsung dari sang pemanah. Banyak yang mempercai -termasuk diriku- bahwa terlalu memikirkan suatu hal -stres- akan membuat tubuh mengalami penurunan, entah itu dari berat badan, atau tumpukan lemak yang menipis. Kadangpula aku memikirkan mereka yang tak mudah tertusuk oleh panah sindiran. Entah bagaimana cara mereka membuat perisai agar terhindar dari panah tersebut. Sedangkan diriku, sangat mudah untuk tertusuk. Mungkin panahnya tidak ditujukan padaku tapi, aku yang datang ke arah panah itu, memasang badan seolah-olah siap menerima tusukan panah tersebut.
Diriku memang rapuh, hatiku terlebih.







@Goresan Hati yang Membisu.
Kamis, 03 Des 2015 / 22:25