Goresan Hati



Rabu, 25 September 2013

Masih Manusiakah Kita ?



Masih Manusiakah Kita ?

                Manusai adalah mahkluk ciptaan Allah Swt yang paling mulia. Bedanya manusia dengan setan yakni berbeda kemuliaannya di mata Allah Swt, tetapi di dunia ini manusia dan setan mungkin perbedaannya sangatlah tipis. Musuh daripada manusia adalah setan yang sering menggodanya untuk beperilaku tidak benar, tetapi, mayoritas manusia mudah tergoda akan hasutan tersebut . Jika tubuh atau bentuk fisik kita manusia dipandang serta diperhatikan dengan cermat di hadapan cermin sangatlah sempurna, sangat lengkap, susunan struktur tulang yang baik, komponen – kompnen wajah lengkap, serta bagian – bagian tubuh pun terpenuhi. Tetapi, kelengkapan tersebut tidak dibarengi dengan sifat atau akhlak yang baik. Kadangkala manusia sendiri tidak menyadari dirinya bertingkah seperti hewan dan mudah terhasut bujuk rayu musuhnya sendiri, sehingga akan melekat menjadi teman di akhirat, Na’udzu billah min zalik. 

            Kadangkala manusia tidak melihat dirinya sendiri, atau kurang sadar akan dirinya, sebagai contoh, mengatakan bahwa hewan itu jorok karena membuang kotorannya di sembarang tempat , tidak memiliki tata krama, seperti halnya jika keluar dari kandang tidak antrian. Tetapi potret nyata di dunia ini manusia juga memiliki hal tersebut, tidak pedulilah dengan lingkungan, buang dan melemparkan sampah sembarangan, serta menganggap hal tersebut adalah hal yang sepele, bukankah tidak jauh berbeda dengan sifat hewan yang jorok ? Manusia kadangkala tidak memiliki sopan santun, misalnya bagi pelajar, masuk dikelas dalam keadaan terlambat, masuk tidak mengucapkan salam atau tidak permisi. Begitu pun dengan hal tersebut, manusia tidak jauh berbeda dengan hewan yang kurang tata krama dalam dirinya.

            Begitupula dengan musuh manusia itu sendiri, yakni setan yang beranggapan bahwa manusia musuhnya seta. Tetapi mayoritas manusia  dan nyatanya dalam potret kehidupan manusia sendirilah yang senang bergaul dengan musuhnya, dan akan menjadi teman setia sampai akhirat, Na’udzu billah min zalik. Itulah ketidaksadaran manusia menjadi mahkluk yang mulia, serta mahkluk yang di cap sebagai mahkluk yang berbudaya. Alangkah indahnya potret di dunia ini apabila manusia itu manyadari  dan merenungkan perbuatan serta tingkah laku yang sesatnya. Karena sebagai mahkluk yang berfikir dan berakal janganlah hanya mampu menjelek jelakkan mahkluk Allah yang lainnya, sadarilah diri sendiri atau tegurlah selalu diri sendiri ketika tubuh ini berbuat salah.
           

Tidak ada komentar: