Goresan Hati



Kamis, 03 Desember 2015

PANA(S) -PANAH SINDIRAN-


Mengapa hatiku mudah tertusuk oleh anak panah sindiran. Walau mungkin bukan diriku yang sebagai sasaran tusukan, tapi hati dan pikiran ini selalu menerka, meraba, mengait-ngaitkan topik dari panah sindiran tersebut dengan diriku. Akankah aku yang dituju ? Apakah diriku yang dimaksud ? Apakah diriku yang disay hello dengan mereka melalui panah sindiran ? Semua pertanyaan ini tak akan ada jawabannya selagi aku tak menanyakan langsung dari sang pemanah. Banyak yang mempercai -termasuk diriku- bahwa terlalu memikirkan suatu hal -stres- akan membuat tubuh mengalami penurunan, entah itu dari berat badan, atau tumpukan lemak yang menipis. Kadangpula aku memikirkan mereka yang tak mudah tertusuk oleh panah sindiran. Entah bagaimana cara mereka membuat perisai agar terhindar dari panah tersebut. Sedangkan diriku, sangat mudah untuk tertusuk. Mungkin panahnya tidak ditujukan padaku tapi, aku yang datang ke arah panah itu, memasang badan seolah-olah siap menerima tusukan panah tersebut.
Diriku memang rapuh, hatiku terlebih.







@Goresan Hati yang Membisu.
Kamis, 03 Des 2015 / 22:25  

Tidak ada komentar: