Mengapa hatiku mudah tertusuk oleh anak panah sindiran. Walau
mungkin bukan diriku yang sebagai sasaran tusukan, tapi hati dan pikiran ini
selalu menerka, meraba, mengait-ngaitkan topik dari panah sindiran tersebut dengan
diriku. Akankah aku yang dituju ? Apakah diriku yang dimaksud ? Apakah diriku yang disay
hello dengan mereka melalui panah sindiran ? Semua pertanyaan ini tak akan
ada jawabannya
selagi aku tak menanyakan langsung dari sang pemanah.
Banyak yang mempercai -termasuk diriku- bahwa terlalu memikirkan suatu hal
-stres- akan membuat tubuh mengalami penurunan, entah itu dari berat badan,
atau tumpukan lemak yang menipis. Kadangpula aku memikirkan mereka yang tak
mudah tertusuk oleh panah sindiran. Entah bagaimana cara mereka membuat perisai
agar terhindar dari panah tersebut. Sedangkan diriku, sangat mudah untuk tertusuk. Mungkin panahnya tidak ditujukan
padaku tapi, aku yang datang ke arah panah itu, memasang badan seolah-olah siap
menerima tusukan panah tersebut.
Diriku memang rapuh, hatiku terlebih.
@Goresan Hati yang Membisu.
Kamis, 03 Des 2015 / 22:25
Diriku memang rapuh, hatiku terlebih.
@Goresan Hati yang Membisu.
Kamis, 03 Des 2015 / 22:25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar