Goresan Hati



Sabtu, 28 Desember 2013

Cerita Imajinasi



Mengulas Sejarah Hidup Issac Newton 
Melalui Cerita Imajinasi

Tiga buah jarum jam sedang asyik barmain memutar dirinya sendiri. Dan seperti biasanya ia sangat setia untuk mengingatkan kita akan pergantian waktu. Selang beberapa menit kemudian jam menunjukkan pukul 07:30, itulah waktu apel pagi bagi santriwati Lil-Banat. Suasana apel pagi begitu tenang, tiba-tiba datang lah sekelompok genk Leo yang terdiri dari lima orang anggotanya, mereka membuat kegaduhan pada kegiatan apel pagi. Anggota kelompok genk tersebut adalah kami ( Syah, Cida, Jas, Ratih, dan Unee). Menyadari akan  kegaduhan kami pada suasana apel, maka untuk masuk ke dalam barisan, kami mengendap-endap masuk ke barisan agar tidak ketahuan. Akhirnya kami merasa legah karena berhasil masuk ke dalam barisan dan kami merasa tak ada guru yang bertugas pada hari ini melihat kesalahan kami. Ternyata… dugaan kami salah. Tiba-tiba saja, guru yang bertugas piket memanggil kami menuju ke depan barisan, kami diperintahkan untuk memisahkan diri karena kami terlambat.
          Apel pagi pun telah usai, kami berlima tidak mengikuti pelajaran pada jam pertama, karena kami mendapat hukuman atas kesalahan kamu. Kami ditugaskan untuk membersihkan masjid pesantren . tugas itupun kami laksanakan dengan santai, karena hal tersebut kami anggap biasa, sebab kami sudah sering kali mendapat hukuman. Kamipun membersihkan masjid dengan bersenda gurau agar kami merasa tidak terbebani. Salah seorang teman kami yakni Ratih membuka sebuha lemari tua yang ada di pojok masjid. Tiba-tiba…. Brukk!!! Sebuah karpet yang berukuran 2x4 m jatuh , lalu karpet tersebut membentangkan dirinya sendiri disertai dengan keluarnya cahaya kuning emas memancar menerangi bagian pojok masjid. Ratih pun memanggil kami berempat dengan suara agak rendah berbisik-bisik. “Friends… ada karpet yang keluar  dari lemar, kayaknya ini mi dibilang karpet ajaib, ada napancarkan cahaya deng…”. Kami berempat terkejut melihat apa yang Ratih katakan, sehingga kami berlarian mengerumuni karpet tersebut. Lalu salah seorang dari kami yang bertubuh mungil nan ringan yaitu Unee langsung melompat naik ke atas karpet dan duduk bersilah, tiba-tiba saja karpet tersebut terangkat mengambang di udara setinggi 30 cm dari lantai masjid. Kamipun tertarik juga untuk naik di atas karpet tersebut, dan , byuusssyy…. Karpet tersebut membawa kami terbang keluar dari area pesantren .
          Penerbangan pada karpet tersebut sangat nyaman karena kami terbang di alam yang terbuka. Tiga puluh menit kami terbang, kemudian tiba-tiba saja karpet tersebut menjatuhkan kami di suatu tempat yang sangat menyeramkan. Tempat kami sekarang berpijak bagaikan hutan, seperti tak ada manusia kecuali kami berlima. Kami berkeliling di lokasi tersebut, tujuan kami adalah mencari jalan pulang, dan mencari manusia lain siapa tahu ada penghuni dilokasi ini. Perasaan kami amburadul, ditengah kepanikan kami, kami medengar ada suara. Kami mencari-cari sumber suara itu. Dan ternyata suara itu berasal dari lampu yang dihimpit oleh dua batu besar. Kami mengingat cerita aladin, kami mengambil lampu itu lalu menggosok-gosoknya. Kami berharap ada keajaiban seperti halnya cerita aladin yang keluar sesosok jin yang baik. Tetapi khayalan kami salah, tak ada sesosok makhlukpun yang keluar, sehingga kami kesal terhadap benda itu, kamipun melemparkannya dan terbentur di bebatuan. Kemudian dari hasil benturan lampu tersebut keluarlah sesosok pria yang berhidung mancung, berambut gondrong, tubuhnya tinggi dan sangat besar. Kamipun kaget melihat pria bertubuh besar itu. Lalu salah seorang diantara kami bertanya kepadanya, “Siapa kamu ..?” , pria tersebut tanpa basa basi langsung menjawabnya “ Aku Issac Newton”. Kami berbisik-bisik dan berkata bahwa bukankah dia yang pencipta hukum newton. Issac Newton pun mendengarkan perbincangan kami, lalu dengan suaranya yang berat dan bas itu ia menjawab “Right.. kalian benar, akulah pencetus hukum Newton tersebut”.    Newton pun bertetima kasih kepada kami karena kami telah mengeluarkannya dari benda tersebut, sebagai imbalannya kami diajak olehnya  jalan-jalan ke tanah kelahirannya. Kami berenam menggunakan karpet ajaib itu menuju Woolsthorpe by Closterworth. Tempat itu adalah sebuah desa di Lincolnshire yaitu tempat kelahiran Newton.
          Perjalanan kami tak lama, hanya berkisar 15 menit . Tibahlah kami di rumahnya. Kami berbincang-bincang sambil meneguk secangkir  teh hangat. Isi dari perbincangan kami adalah sekilas tentang kisah hidup Newton. Ternyata Newton lahir pada tanggal 04 Januari 1643, pada saat kelahirannya Inggris masih mengadopsi kalender Julian sehingga hari kelahirannya dicatat sebagai  25 Des  1642, tepatnya pada hari natal. Uniknya Newton menyebutkan nama ayahnya , dan nama ayahnya mirip dengan namanya yaitu Issac Newton juga, entah alas an apa sehingga Newton disamakn dengan nama ayahnya, sedihnya  ayah Newton meninggal sekitar tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newtonpun sempat meneteskan air mata. Kemudian Ia melanjutkan ceritanya. Ketika Ia berusia tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton dibawah acuhan neneknya yaitu Margery Ayscoigh. Newton membenci ayah tirinya dan rasa benci terhadap ibunya karena menikah dengan pria tersebut. Newton tinggal bersama neneknya di desa, disitulah ia memulai sekolahnya di Granthan. Dia merupakan anak terpandandai di sekolahnya. Ketika Ia berusia 12 hingga 17 tahun ia melanjutkan pendidikannya di The King’s School di Ganthan.
          Newton sempat memiliki problem dengan keluarganya. Karena keluarganya ingin agar ia menjadi petani saja, tetapi Newton tidak menginginkan hal tersebut. Kepala sekolahnya meyakinkan kelurga Newton, agar Newton melanjutkan sekolahnya saja. Hingga pada tahun 1661 Juni, Newton diterima di University Canbridge. Pada saat itu ia beranjak dewasa. Newton diakui sebagai penemu Teorema Benomial metode Newton , dan merupakan yang pertama menggunakan pangkat perpecahan serta menerapkan geometri koordinat  untuk menurunkan panyelesaian persamaan Diophantus. Pada tahun 1669, Ia dipilih untuk menduduki jabatan Lucasian Professor of Mathematics.
          Ditengah keasyikan kami mendegarkan cerita hidup Newton, tiba-tiba sebuah benda keras jatuh menimpa kami satu persatu. Dan ternyata benda tersebut adalah sebuah tonjolan dari salah seorang guru yang mengenai kepala kami masing-masing, sehingga kami tersadar tenyata bertemu dengan Issac Newton itu adalah mimpi di tidur kami yang disebabkan oleh kecapaian setelah membersihkan masjid dan kebetulan mimipi kami semuanya sama.


nb:

Cerita ini merupakan tugas pada mata pelajaran Fisika sewaktu kelas X MA tahun 2010
@LilBanat Punya Cerita :D



Kekuatan Doa Melalui Tulisan

Bismillah ... 
Mohon di luruskan bila ada kesalahan kata-kata.
Fakta, telah kucoba , dan Alhamdulillah dengan kemurahan hati Sang Khalik maka doaku terkabul .

Kawan, selama ini kita malas untuk menulis, kadang kita berfikir apa sih gunanya menulis itu. 
Tulisan merupakan salah satu saksi dari usaha kita, maka dari itu jika ada yang Anda ingin lakukan tetapi ragu bahwa apakah nantinya Anda bisa melakukan hal tersebut , maka berdoalah .
Tapi, janganlah Anda hanya sekedar memanjatkan doa didalam hati lalu Anda tengadahkan wajah ke atas, tapi goreskan juga doa Anda di secarik kertas, tuangkan tinta pena Anda, sambil  menarikan pena tersebut di atas kertas, tanamkan seyakin-yakinnya bahwa InsyaAllah doa Anda tersebut akan terkabul. 
Karena dengan kita tuangkan doa tersebut dalam tulisan maka malaikat pun menyaksikan Anda menulis doa tersebut, membantu Anda meng-Aaminknnya dan membantu Anda tuk mnyampaiknnya pada Sang Pemberi. Dan jika doa Anda belum terkabul, maka janganlah Anda mengeluh, bermuhashabahlah pada diri sendiri, bahwa mungkin ada ajakan Sang Ilahi yg belum kita penuhi, maka laksanakanlah ajakan tersebut. Karena salah satu penyebab doa yg tertunda untuk diijabah yakni, mungkin kita juga selalu menunda perintah Allah . 
Dan jangan lupa selain berdoa tetap di barengi dengan usaha yang sungguh-sungguh. Itu...
Semoga Sukses di setiap usahanya . Aamiin