Mengulas Sejarah Hidup Issac Newton
Melalui
Cerita Imajinasi
Apel pagi pun
telah usai, kami berlima tidak mengikuti pelajaran pada jam pertama, karena
kami mendapat hukuman atas kesalahan kamu. Kami ditugaskan untuk membersihkan
masjid pesantren . tugas itupun kami laksanakan dengan santai, karena hal
tersebut kami anggap biasa, sebab kami sudah sering kali mendapat hukuman. Kamipun
membersihkan masjid dengan bersenda gurau agar kami merasa tidak terbebani.
Salah seorang teman kami yakni Ratih membuka sebuha lemari tua yang ada di
pojok masjid. Tiba-tiba…. Brukk!!! Sebuah karpet yang berukuran 2x4 m jatuh ,
lalu karpet tersebut membentangkan dirinya sendiri disertai dengan keluarnya
cahaya kuning emas memancar menerangi bagian pojok masjid. Ratih pun memanggil
kami berempat dengan suara agak rendah berbisik-bisik. “Friends… ada karpet
yang keluar dari lemar, kayaknya ini mi
dibilang karpet ajaib, ada napancarkan cahaya deng…”. Kami berempat terkejut
melihat apa yang Ratih katakan, sehingga kami berlarian mengerumuni karpet
tersebut. Lalu salah seorang dari kami yang bertubuh mungil nan ringan yaitu
Unee langsung melompat naik ke atas karpet dan duduk bersilah, tiba-tiba saja
karpet tersebut terangkat mengambang di udara setinggi 30 cm dari lantai
masjid. Kamipun tertarik juga untuk naik di atas karpet tersebut, dan ,
byuusssyy…. Karpet tersebut membawa kami terbang keluar dari area pesantren .
Penerbangan
pada karpet tersebut sangat nyaman karena kami terbang di alam yang terbuka.
Tiga puluh menit kami terbang, kemudian tiba-tiba saja karpet tersebut menjatuhkan
kami di suatu tempat yang sangat menyeramkan. Tempat kami sekarang berpijak
bagaikan hutan, seperti tak ada manusia kecuali kami berlima. Kami berkeliling
di lokasi tersebut, tujuan kami adalah mencari jalan pulang, dan mencari
manusia lain siapa tahu ada penghuni dilokasi ini. Perasaan kami amburadul,
ditengah kepanikan kami, kami medengar ada suara. Kami mencari-cari sumber
suara itu. Dan ternyata suara itu berasal dari lampu yang dihimpit oleh dua
batu besar. Kami mengingat cerita aladin, kami mengambil lampu itu lalu
menggosok-gosoknya. Kami berharap ada keajaiban seperti halnya cerita aladin
yang keluar sesosok jin yang baik. Tetapi khayalan kami salah, tak ada sesosok
makhlukpun yang keluar, sehingga kami kesal terhadap benda itu, kamipun melemparkannya
dan terbentur di bebatuan. Kemudian dari hasil benturan lampu tersebut
keluarlah sesosok pria yang berhidung mancung, berambut gondrong, tubuhnya
tinggi dan sangat besar. Kamipun kaget melihat pria bertubuh besar itu. Lalu
salah seorang diantara kami bertanya kepadanya, “Siapa kamu ..?” , pria
tersebut tanpa basa basi langsung menjawabnya “ Aku Issac Newton”. Kami
berbisik-bisik dan berkata bahwa bukankah dia yang pencipta hukum newton. Issac
Newton pun mendengarkan perbincangan kami, lalu dengan suaranya yang berat dan
bas itu ia menjawab “Right.. kalian benar, akulah pencetus hukum Newton
tersebut”. Newton pun bertetima kasih kepada kami karena
kami telah mengeluarkannya dari benda tersebut, sebagai imbalannya kami diajak
olehnya jalan-jalan ke tanah
kelahirannya. Kami berenam menggunakan karpet ajaib itu menuju Woolsthorpe by Closterworth. Tempat itu
adalah sebuah desa di Lincolnshire
yaitu tempat kelahiran Newton.
Perjalanan kami
tak lama, hanya berkisar 15 menit . Tibahlah kami di rumahnya. Kami
berbincang-bincang sambil meneguk secangkir
teh hangat. Isi dari perbincangan kami adalah sekilas tentang kisah
hidup Newton. Ternyata Newton lahir pada tanggal 04 Januari 1643, pada saat
kelahirannya Inggris masih mengadopsi kalender Julian sehingga hari
kelahirannya dicatat sebagai 25 Des 1642, tepatnya pada hari natal. Uniknya Newton
menyebutkan nama ayahnya , dan nama ayahnya mirip dengan namanya yaitu Issac
Newton juga, entah alas an apa sehingga Newton disamakn dengan nama ayahnya,
sedihnya ayah Newton meninggal sekitar
tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newtonpun sempat meneteskan air mata.
Kemudian Ia melanjutkan ceritanya. Ketika Ia berusia tiga tahun, ibunya menikah
kembali dan meninggalkan Newton dibawah acuhan neneknya yaitu Margery Ayscoigh.
Newton membenci ayah tirinya dan rasa benci terhadap ibunya karena menikah
dengan pria tersebut. Newton tinggal bersama neneknya di desa, disitulah ia
memulai sekolahnya di Granthan. Dia merupakan anak terpandandai di sekolahnya.
Ketika Ia berusia 12 hingga 17 tahun ia melanjutkan pendidikannya di The King’s School di Ganthan.
Newton sempat
memiliki problem dengan keluarganya. Karena keluarganya ingin agar ia menjadi
petani saja, tetapi Newton tidak menginginkan hal tersebut. Kepala sekolahnya
meyakinkan kelurga Newton, agar Newton melanjutkan sekolahnya saja. Hingga pada
tahun 1661 Juni, Newton diterima di University Canbridge. Pada saat itu ia
beranjak dewasa. Newton diakui sebagai penemu Teorema Benomial metode Newton ,
dan merupakan yang pertama menggunakan pangkat perpecahan serta menerapkan
geometri koordinat untuk menurunkan
panyelesaian persamaan Diophantus. Pada tahun 1669, Ia dipilih untuk menduduki
jabatan Lucasian Professor of Mathematics.
Ditengah
keasyikan kami mendegarkan cerita hidup Newton, tiba-tiba sebuah benda keras
jatuh menimpa kami satu persatu. Dan ternyata benda tersebut adalah sebuah
tonjolan dari salah seorang guru yang mengenai kepala kami masing-masing,
sehingga kami tersadar tenyata bertemu dengan Issac Newton itu adalah mimpi di
tidur kami yang disebabkan oleh kecapaian setelah membersihkan masjid dan
kebetulan mimipi kami semuanya sama.
nb:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar