Kau mengusik pikiran dan hati
Seakan jiwa ini menyeruak tanpa kendali
Bagai bongkahan batu berusaha menahan beratnya sebuah beban ingatan
Seakan jiwa ini menyeruak tanpa kendali
Bagai bongkahan batu berusaha menahan beratnya sebuah beban ingatan
Memori, kini kau melayang
tanpa kendali
Layaknya daun yang terbawa oleh hembusan angin
Entah kau berpijak dimana saat ini
Layaknya daun yang terbawa oleh hembusan angin
Entah kau berpijak dimana saat ini
Aku berusaha mencari jejakmu
dalam ingatan
Kupenjamkan mata menelusuri gelapnya lorong keabadian
Namun kau tak terpatri dalam lorong ini
Menelusuri …
Menapaki …
Aku lelah menahan beban ingatan ini
Seakan kau permainkan aku dengan hilangnya dirimu
Untuk apa kau datang mengukir sebuah kisah indah
Lalu melepas diri dari lorong keabadian
Tak dapatkah kau bertahan untuk selamanya
Agar semua tentangmu tetap abadi
Kupenjamkan mata menelusuri gelapnya lorong keabadian
Namun kau tak terpatri dalam lorong ini
Menelusuri …
Menapaki …
Aku lelah menahan beban ingatan ini
Seakan kau permainkan aku dengan hilangnya dirimu
Untuk apa kau datang mengukir sebuah kisah indah
Lalu melepas diri dari lorong keabadian
Tak dapatkah kau bertahan untuk selamanya
Agar semua tentangmu tetap abadi
dan memulihkan ingatanku bersama sang kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar