Goresan Hati



Senin, 12 Januari 2015

Kembali Terngiang




Mendengar lantunan Al Quran dari berbagai masjid sangat membuat hatiku basah, bukan basah karena guyuran air, tetapi basah oleh rintikan-rintikan rasa rindu. Rindu ini kembali menyapa akan suasana yang bising tapi tetap damai, suasan itu adalah suasana pesantren. Mondok di pesantren merupakan hal yang begitu indah disaat remajaku. Dua puluh empat jam waktu selalu dilalui bersama kawan-kawan santriwati, yah .. walaupun kadang diantara kami timbul percekcokan karena hal yang sepele, tapi dari hal tersebutlah yang merupakan bumbu-bumbu perekat hubungan pertemanan kami, hubungan persaudaraan kami.
            Enam tahun menimbah ilmu di pesantren, bagiku bukanlah waktu yang lama, aku merasa waktu itu cukup singkat, karena kebersamaan itulah yang membuat segalanya terasa cepat berlalu. Keceriaan itulah yang memadamkan kejenuhan ketika mondok. Ingin rasanya tubuh ini kembali terhempaskan dalam alunan keceriaan di pesantren.
            Di pesantren tak pernah merasa kesepian, walaupun kadang rindu melanda perassan ini, rindu akan orang tua, suasana nyaman di rumah, masakan-masakan yang siap saji, kasur yang empuk, serta kamar mandi yang siap pakai tanpa harus antrian, tapi semua itu kita lakukan dan rasakan bersama walau sulit untuk dijalani. Pahit rasanya, tapi, semuanya menjadi mudah dan manis dalam lautan kebersamaan.
            Bagiku, pesantren merupakan sumber keceriaan walau banyak yang mengatakan hidup dipesantren bagaikan penjara. Yaah ... memang penjara, tapi, pesantren adalah penjara suci, penjara yang menyenangkan, penjara yang didalamnya merupakan ladang pahala, dan berbagai macam sumber ilmu. Namun sedikit penyesalan dalam diri ini, karena kurang memanfaatkan waktu yang ada, memanfaatkan kesempatan yang berharga didalamnya.
Yah ... begitulah adanya .


                                                                                                   

Dengan balutan rasa rindu.
 Jum’at, 28 Maret 2014

Tidak ada komentar: